CATATAN AKHIR TAHUN


The Next Amin Syam : ACO or ROEM


Akhirnya Amin Syam secara resmi menyatakan mundur dari kursi Ketua DPD I Partai Golkar sulawesi selatan setelah 15 tahun 4 bulan memimpin partai pemenang pemilu di sulsel.Ini adalah sebuah peristiwa politik yang cukup unik dimana seoarang ketua partai menyatakan mundur menjelang pemilu 2009. Entah apa gerangan semua masih teka teki tentang mundurnya sang ketua, Apakah ini adalah buntut kekalahan beliau pada pilgub yang dimana mesin partai tidak berjalan secara maksimal atau memang Amin Syam sudah tidak merasa bermanfaat lagi di tengah- tengah Partai Golkar atau kah memang sang ketua sudah waktunya istirahat dan memberikan tongkat kepemimpinan kepada kader-kader Partai Golkar ataukah ini adalah intrik politik sang Ketua yang menyatakan mundur sebelum waktunya yang tentunya memiliki dampak atau mainan politik yang tinggi, saat partai berjuang menghadapi pemilu 2009. Apapun itu semua hanya pridiksi politik dan sang ketuan sudah menyatakan mundur dari kursi ketua..

Bagaimana Nasib Golkar Sulsel

Pemilu sebagai sala satu agenda penting sudah di depan mata, Mungkinka Partai Golkar akan maksimal dengan tidak memiliki ketua, Mungkinkah partai golkar akan tetap menjadi partai pemenang di sulsel dengan target maksimal 50 % kemenangan ini adalah hal yang menjadi pertanyaan buat kader golkar yang mesti mendapat perhatian khusus dari seluruh elemen partai.

Dengan mundurnya sang ketua tentunya memiliki pengaruh politik ditingkat internal dan eksternal yang dengansendirinya akan menghambat proses konsolidasi partai menjelang pemilu yang tidak bisa kita pandang sebelah mata. Perlu ada gerakan penyelamatan organisisi yang mampu mengembalikan citra dan kekuatan partai golkar untuk tetap eksis dalam membangun dinamika politik di sulawesi selatan apalagi golkar sulsel sala satu daerah penyumbang suara yang signifikan untuk partai golkar secara nasional, Pemilu 2009 adalah sala satu fase perjuangan partai golkar yang cukup berat, Terlalu banyaknya kontestan pemilu dan banyaknya kader golkar yang pindah partai serta kekelahan di beberapa pilkada adalah sebuah realitas politik yang harus menjadi renungan mendalam buat kader pohon beringin ini. Haruskan Pohon BERINGIN tumbang dan menjadi kayu baker dalam dinamika politik kader-kader nya. Saya berani menyatakan Partai Golkar bukan Partai Figuristik yang hanya bertumpuk pada kemampuan satu orang tetapi PG adalah partai besar dan berpengalaman serta memiliki kader2-kader yang handal yang tentunya kekuatan jaringan dan sistem partai yang begitu kuat dan sudah lama terbangun adalah amunisi utama dalam menjalankan roda organisasi artinya partai golkar tidak tergantung pada satu kader saja. Golkar memiliki kaderbegitu banyak. Kader seperti apa yang dibutuhkan golkarhari ini dan siapa kader golkar yang layak serta memilikitalenta untuk memimpin partai golkar kedepan dan memilikivisi pembaharuan kedepan. Partai Golkar membutuhkan Pemimpin yang kuat,berpengalaman,memiliki konsep pengembangan partai yang visioner dan moderen, Mampu mengayomi dan berkomunikasi dgn baik seluruh kader partai,bisa menjadi pemersatu dan tidak mengedepankan politik kelompok dan kekerabatan dalam mengelola organisasi yang selama ini menjadi virus tersendiri di partai golkar.

The next Amin Syam :

Partai Golkar memang memiliki banyak figur yang memiliki kemampuan,talenta serta jaringan politik yang kuat,Banyaknya kader partai membuat dinamika politik di internal sangat tinggi dan dominan sehinga partai golkar tidak pernah kehabisan stock dalam memunculkan pemimpin baik di internal partai maupun secara eksternal. Untuk sulaweai
selatan Partai golkar memiliki banyak nama yang popularitasnya serta kemampuanya tidak dapat diragukan lagi, diantaranya Syahrul Yasin Limpo Ketua Kosgoro Yang sekarang menjabat Gubernur, Agus Arifin Nu'mang yang sekarang Wakil Gubernur, Moeh Roem (Mantan Bupati Sinjai sekarang menjabat Ketua DPRD Prov.) Ilham Arief Sirajuddin (Walikota Mks), Ichsan Yasin Limpo (Bupati GOWA), Latinro La Tunrung (Bupati Enrekang),Radjamilo (Bupati Jeneponto) dan banyak lagi yang lainya. Khusus untuk Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang sebagai kader Golkar memiliki peluang yang begitu besar untuk memimpin Partai Golkar tetapi beliau dalam beberapa kesempatan menyatakan akan lebih fokus mengurus pemerintahan.

Siapa diantara mereka yang bakal mengantikan Amin Syam setelah 15 Tahun memimpin golkar lalu menyatakan mundur yang paling menonjol adalah Moeh Roem Yang Sekarang menjadi Pelaksana Ketua dan Ilham Arief Sirajudin Yang sekarng Menjabat ketua DPD II PG Kota Makassar Bahkan kedua duanya adalah kader terbaik amin syam

Peluang Dan Keinginan Politik Elit

MOEH ROEM Adalah Figur yang tidak asing lagi di Internal Partai Golkar Sulsel Pengalaman politiknya baik di Eksekutif maupun Legislatif tidak bisa diragukan lagi syarat pengalaman organisasi dan sangat dikenal luas oleh masyarakat sulsel. Hampir diseluruh Pemilihan Bupati/Walikota Moeh Roem terlibat lansung membantu kader-kader beringin di daerah termasuk pada pilgub kemarin beliau sebagai Ketua Tim pemenangan Partai Golkar, Hampir semua waktunya dicurahkan untuk mengurusi partai golkar dalam rangka konsolidasi partai. Sebagai Ketua Bappilu Partai Golkar Sulsel selama dua periode beliau matang dan pengalaman dalam menghadapi pemilu. Ini juga menandakan dia politisi senior di golkar dan di sulsel pada umumnya.

ACO Sapaan akrab Ilham Arief Sirajuddin Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar yang juga walikota makassar selam dua periode dalah figur politisi muda yang memiliki banyak prestasi serta pengalaman baik di pemerintahan maupun di legislatif. Sebelum menjabat Walikota Makassar Aco adalah legislator DPRD Provinsi yang kemudian terpilih menjadi ketua Partai Golkar makassar sampai sekarng, Kemampuan dalam mengelola organisasi tidak dapat diragukan lagi Selain Ketua Golkar Makassar, Aco adalah Ketua Harian AMPI Sulawesi Selatan serta Ketua Putra Putri Polri Sulsel, Orangnya sangat sederhana dan supel tapi memiliki prinsip dan komitmen perjuangan yang kuat untuk Partai Golkar. Aco hari ini sebagai simbol pemimpin muda yang karier politiknya cukup cemerlang dan tidak bisa di pandang sebelah mata. Dengan kemampuan komunikasi yang baik serta jaringan politik yang kuat ACO sala satu kader partai golkar yang siap memimpin Partai Golkar Sulsel Pasca Amin Syam.

Bagaimana Peluang Mereka ini adalah dinamika politik yang tidak bisa kita prediksi secara parsial karena mereka adalah kader kader terbaik partai golkar dan memiliki komunikasi yang baik terhadap kader-kader partai kebawah serta mereka adalah simbol pemimpin partai golkar hari ini. Mereka memiliki peluang yang sama. Tentunya semua ini tidak bisa terlepas dari siapa yang menjadi keinginan Elit Partai baik Di Pusat maupun di daerah sebagai pemilik suara nantinya. Semua sangat ditentukan oleh kemampuan loby mereka. Karena Wacana Kwaliatas,Kemampuan serta talenta tidak dapat diragukan lagi untuk takaran Partai Golkar sulsel. Mereka adalah Kader-kader terbaik dizamannya. Kita berharap siapa pun yang memimpin sulsel mereka mampu membawa kearah yang lebih baik dan dapat menjalankan amanah dengan baik karena pemilu 2009 tinggal menghitung hari. (tribun timur edisi 02 Januari 2009

2 komentar:

  1. I am ziaulhaq, Trust me
    Mantap bang cimmank, blogx inspiratif n progressif. hanya politisi muda yg melek teknologi, politisi tua pensiun aja. teruslah berkarya demi meraih 1 tiket keparlemen. bravo. Thanks atas pertemanan kita selama ini.
    (link to my blog ; www.ziaulhaq43.blogspot.com)

    BalasHapus
  2. butuh kader Golkar yg punya talenta dan berkarakter sprt Puang Amin, seterpuruk apapun Golkar di sulsel slama periode kepemimpinannya, sy kira buah tangan beliau patut dihargai, sebab bangsa ini memang harus banyak belajar bagaimana cara menghargai jasa para pemimpinnya. banyak yg berbeda telah dikreasi Amin syam, dan itu mestinya mjd serpihan mozaik sejarah, menjadi pembelajar terbaik bagi kader muda Golkar. kita tunggu the next amin syam. sy lebih percaya pada kader muda. yes We Can...

    BalasHapus