NIRWAN PLT GOLKAR BULUKUMBA


RABU, 28 APRIL 2010 | 01:03 WITA |


BULUKUMBA -- Rapat pleno DPD I Partai Golkar Sulsel, menunjuk Nirwan Arifuddin sebagai pelaksana tugas (plt) Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba. Dia mendapat tugas untuk melakukan konsolidasi internal dan menyiapkan pelaksanaan Musda Golkar Bulukumba.

Korwil DPD I Partai Golkar untuk wilayah Bulukumba, Risman Pasigai, membenarkan penunjukan tersebut. "Memang betul. Pak Nirwan ditunjuk sebagai Plt Golkar Bulukumba,” kata Risman.

Tugas utamanya, lanjut Risman, adalah menyelesaikan pertentangan yang terjadi di Golkar Bulukumba. Pertentangan itu perlu segera diselesaikan dalam rangka konsolidasi internal partai.

Nirwan juga membenarkan penujukan dirinya. "Informasinya memang seperti itu. Tapi saya belum memegang SK-nya. Mungkin dalam satu dua hari ini SK sudah turun," kata Nirwan yang akrab disapa Iwan Khatulistiwa.

Iwan sebelumnya menjabat Wakil Ketua II Golkar dan Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Bulukumba. Iwan mengatakan, DPD I Golkar Sulsel melakukan rapat pleno penetapan Plt Bulukumba, lantaran pada rapat sebelumnya di DPD II Golkar Bulukumba terjadi deadlock.

Kendati, wakil ketua lainnya, Azikin Tahir mengklaim dirinya yang terpilih sebagai Plt pada rapat tersebut. Namun DPD I Golkar tidak mengakuinya.
Iwan menjelaskan, tugas utama Plt adalah melakukan konsolidasi internal. Khususnya menyatukan beberapa kubu di internal partai berlambang beringin itu.

Tugas lainnya adalah merapatkan barisan Partai Golkar guna memenangkan pasangan yang diusung Golkar pada Pilkada Bulukumba, yakni Sukri Sappewali-Rasyid Sarehong (Aspirasi). "Tugas lainnya adalah melakukan proses PAW terhadap Muttamar," ujar Nirwan. (syr)


Read More......

KANDIDAT TERUS DITERPA BLACK CAMPAING


Jumat, 23 April 2010 | 07:52 WITA

Bulukumba, Tribun - Dua bulan menjelang Pilkada Bulukumba 2010 yang dijadwalkan 23 Juni, hampir semua kandidat diterpa black campaign. Beberapa isu yang beredar, sebenarnya merupakan rumor lama.

Tapi, ada pula isu baru yang dikemas untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba. Terdapat enam pasang kandidat yang akan bertarung di Pilkada Bulukumba, sesuai hasil penetapan KPU Bulukumba. Kampanye negatif antara lain menimpa AM Sukri Sappewali-Abd Rasyid Sarehong (Aspirasi). Duet ini disebutkan sengaja menghalangi kandidat lain, terkait klaim dukungan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).

"Ini sungguh tidak benar jika ada tim kandidat lain yang menyebut pasangan AM Sukri Sappewali-Abd Rasyid Sarehong (Aspirasi) menghalangi calon lain," kata Juru Bicara, Aspirasi, Risman Pasigai, Rabu (21/4). Risman menilai, isu itu sengaja ditiupkan sebagai black campaign.
Pasangan A Puli Sultan-Dr Sumrah (Puas) juga mengeluhkan isu yang menerpanya. Mereka disebut maju di pilkada hanya untuk memecah suara. "Ini sangat merugikan kami, karena majunya Puas di pilkada bukan untuk memecah suara calon lain," kata Ketua Tim Puas, A Gunawan.Sedangkan Zainuddin yang berpaket dengan Syamsuddin (Zaidin), diisukan tersandung kasus hukum (dugaan korupsi) di Kabupaten Puhuwotu, Provinsi Gorontalo. Zainuddin saat ini menjabat Bupati Puhuwotu. (cr5)

Dikirimi Surat Kaleng

SEMENTARA itu, pasangan A Syafruddin Amjar-Yusni Mappanyulle (SYM), Kamis (22/4), mengungkapkan, salah satu koordinator timnya di wilayah Gantarang dan Kindang, Ahyar, menerima surat kaleng.
Menurut Ketua Bappilu PAN Bulukumba, Irham Rahimin, isu surat itu seperti intimidasi. PAN merupakan salah satu pengusung SYM di pilkada.
Rencananya, SYM akan melaporkan masalah itu ke Panwas Bulukumba dan Polres Bulukumba untuk penyelidikan.
Mereka juga mengklaim, dalam sepekan ini, tiga spanduk posko pemenangan SYM dirusak oknum tidak bertanggung jawab, yakni di Kelurahan Jalanjjang, Desa Bontomasila, dan Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang.
Disebutkan, Ahyar menerima surat kaleng itu sebelum salat Subuh di pekarangan rumahnya di Ponre, Rabu (21/4).
Dihubungi terpisah, Panwas Bulukumba akan bertindak jika ada laporan yang masuk. "Kami akan sikapi masalah itu," kata anggota Panwas, Noer Rauf. (cr5)

Read More......

ASPIRASI NILAI KPU TIDAK TRANSPARAN



Rabu, 21 April 2010 | 06:43 WITA

Bulukumba, Tribun - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali-Abd Rasyid Sarehong (Aspirasi), menilai KPU Bulukumba tidak transparan terkait batalnya PPRN mendukung mereka.

Juru bicara Aspirasi, Risman Pasigai, kemarin, mengatakan, KPU tidak menjelaskan alasan yang tepat mengenai batalnya Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) mengusung duet Sukri-Rasyid.

"KPU tidak transparan dan tak menjelaskan secara detail alasan batalnya PPRN mengusung Aspirasi," kata Risman, yang juga pengurus Golkar Sulsel, Selasa (20/4).
Sehari sebelumnya, KPU Bulukumba menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut calon.
Pada rapat pleno ini, Sekretaris Partai Merdeka Bulukumba, Misdar, sempat melakukan interupsi ke KPU, mempertanyakan dukungan partainya ke pasangan Zainuddin-Syamsuddin (Zaidin). Misdar mengaku, tidak pernah bertanda tangan mendukung Zaidin.
Hal itu juga dipertanyakan Risman. Menurutnya, KPU tidak memberikan ruang kepada Misdar yang melakukan protes.
Risman mengatakan, KPU seharusnya melakukan klarifikasi kepada partai yang diklaim oleh lebih dari satu kandidat.
Ketika itu, menanggapi protes Misdar, Ketua KPU Arum Spink, mengatakan, jika ada yang keberatan, akan diberi kesempatan melakukan klarifikasi setelah rapat pleno.
Risman tetap menghargai penetapan yang dilakukan oleh KPU. Tapi, mereka tetap akan meminta penjelasan dari KPU mengenai PPRN.
Dengan batalnya PPRN, maka partai pengusung/pendukung Aspirasi yang terdaftar di KPU tinggal delapan, yakni Golkar, Partai Patriot, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Buruh, Partai Pemuda Indonesia, Partai Barisan Nasional, Partai Kedaulatan, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. (cr5)

Sudah Klarifikasi ke Partai

MENGENAI keluhan tim pemenangan Aspirasi, KPU Bulukumba mengaku sejak awal sudah melakukan klarifikasi ke pengurus partai bersangkutan.
"KPU telah melakukan klarifikasi ke pengurus partai masing-masing yang dukungannya ganda. Kami sudah perjelas kepada dua pihak," kata Ketua KPU Bulukumba, Arum Spink, kemarin.
Sedangkan mengenai protes Sekretaris Partai Merdeka, A Misdar, Arum menjelaskan, rapat pleno terbuka itu adalah rapat khusus anggota KPU.
Pada rapat itu, yang memiliki hak suara adalah anggota KPU. Menurut Arum, jika ada yang merasa dirugikan, bisa menempuh jalur hukum. (cr5)



Read More......

BAWA ATRIBUT NO 23, AKTIVIS GOLKAR GABUNG AKSI ANTI KORUPSI

Rabu, 09/12/2009 12:42 WIB
Hery Winarno - detikNews

Jakarta - Tidak mau ketinggalan, sekitar 100 aktivis Partai Golkar juga ikut menyemarakkan aksi Hari Antikorupsi Sedunia. Mereka datang menggunakan atribut Golkar dengan nomor pemilihan umum tahun 2004, nomor 23.

"Ini bentuk dukungan jika Partai Golkar juga ingin pemberantasan korupsi dilakukan," ujar Kordinator aksi Golkar Risman Pasigai di bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (9/12/2009).

Peserta aksi juga membawa poster-poster bertuliskan 'Ganyang Koruptor Sekarang Juga Tanpa Pandang Bulu'. Dalam orasinya, mereka juga meminta pengusutan Bank Century.

Risman Pasigai mengajak seluruh masyarakat untuk turut mengontrol jalannya Pansus DPR. "Tapi yang jelas, Partai Golkar sendiri pro pemberantasan korupsi dan kami sudah menurunkan salah satu putra terbaik partai untuk menjadi ketua pansus," jelasnya.

Peserta aksi dari Partai Golkar tampak beragam. Anak-anak juga terlihat ikut dalam barisan tersebut. Pantauan detikcom, situasi bundaran HI sudah mulai sepi. Gelombang massa terus berdatangan namun langsung menuju Monas, mengikuti massa aksi lainnya. Beberapa kali, tampak helikopter kepolisian berputar-putar di atas sekitar HI.

Read More......

ENAM CABUP GOLKAR BELUM AMAN


Monday, 05 April 2010
MAKASSAR(SI) – Target Partai Golkar menyapu bersih kemenangan Pilkada di sepuluh kabupaten,23 Juni 2010 mendatang,terancam tidak bisa terpenuhi.

Sebab,dari sepuluh pasangan yang telah ditetapkan, enam di antaranya berada di posisi tak aman. Berdasarkan hasil riset Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang digelar di hampir semua kabupaten yang menggelar pilkada, enam pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup- cawabup) usungan Partai Golkar, memiliki tingkat elektabilitas selisih tipis dengan kandidat lain.

Enam pasangan tersebut,yakni Syahriwijaya-Andi Burhanuddin di Kabupaten Maros, Syamsuddin A Hamid-Rahman Assegaf di Pangkep, Andi Sukri Sappewali-Rasyid Saherong di Bulukumba,Arsyad Kasmar- Gempur Warseso di Luwu Utara, Andi Kaswadi Razak-Rizal Mappatunru di Soppeng,dan Theofilus Allolerung- Adelheid Sosang di Kabupaten Tana Toraja(Tator).

“Darienam pasangan ini, Maros paling mengkhawatirkan. Sebab, selisih elektabilitasnya sangat tertinggal jauh dengan calon lainnya. Dan ini yang paling rawan sekali dikalahkan,” papar Manajer Divisi Strategi PemenanganIndonesia Timur,Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya kepada Seputar Indonesia,kemarin. Khusus lima pasangan lainnya, meski berada di posisi tidak aman, peluangnya tetap terbuka me-menangkan pertarungan.

Alasannya, selisih elektabilitasnya masih bersaing dengan kandidat usungan parpol lain. Karena itu, bila waktu yang tersisa mampu dimanfaatkan untuk meyakinkan warga,bukan tidak mungkin menjadi pemenang. “Misalnya usungan Golkar di Bulukumba, elektabilitasnya masih unggul,tetapi untuk ukuran incumbent itu belum aman. Begitu pun di empat daerah lain,persaingannya masih ketat, termasuk di Soppeng,”tambah Irfan tanpa bersedia merinci perolehan hasil survei masing-masing kandidat.

Lantas bagaimana peluang empat pasangan lainnya? Irfan mengungkapkan, berada di posisi aman.Masing-masing Ichsan Yasin Limpo di Kabupaten Gowa, Andi Hatta Marakarma di Luwu Timur, Syahrir Wahab di Selayar,dan Andi Idris Syukur di Pilkada Barru. Namun, nama terakhir, lanjut Irfan,tidak sekuat dengan tiga kandidat lainnya.Kendati demikian, peluangnya tetap dimasukkan di posisi aman. Sebab, elektabilitas terakhirnya sudah selisih di atas 10%. apalagi, Idris yang tak lain Kepala Dinas Kehutanan Sulsel,tidak menantang incumbent.

Risman Pasigai, juru bicara incumbent Bulukumba AndiSukriSappewali, menanggapi dingin hasil riset JSI itu.Dia beralasan,hasil penggalangan dukungan dan gerakan tim pemenangan,serta sukarelawan yang berbasis desa, makin meyakinkan Andi Sukri Sappewali mampu memenangkan pilkada dalam satu putaran.

“Kami sudah punya hitung-hitungan tersendiri di setiap desa.Dan persentasenya itu berada di angka 40%, atau bisa memenangkan pilkada satu putaran. Kami sangat optimistis berada di posisi itu,bila melihat tren dukungan warga selama ini,”terang Risman,yang juga Pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel,secara terpisah.

Selain itu, pihaknya terus gencar menggalang dukungan warga, baik lewat jaringan partai politik pengusung dan pendukung,tim kerabat, maupun sukarelawan-sukarelawan yang sudah terbentuk di 125 desa/kelurahan. Ditambah, tokoh- tokoh berpengaruh yang sudah memberikan dukungan secara terang-terangan. (arif saleh)

Read More......

PENGURUS NILAI SUASANA TIDAK HARMONIS

Penetapan Plt Ketua DPD Golkar Bulukumba ; Minta DPD I Menengahi

Rabu, 7 April 2010 | 02:17 WITA

Bulukumba, Tribun - Pengurus DPD II Partai Golkar Bulukumba berbeda pendapat mengenai penetapan pelaksana tugas (Plt) ketua yang akan memimpin Golkar setempat, menggantikan A Muttamar Mattotorang.

Pasalnya, ada pengurus yang menginginkan pimpinan partai diambil alih oleh DPD I Golkar Sulsel.Ada pula yang menginginkan untuk mempertahankan pelaksana tugas (Plt) yang disepakati oleh 44 pengurus DPD II Golkar Bulukumba dan pengurus kecamatan pada rapat pleno, yakni A Azikin.

Sebelumnya, rapat pleno untuk memilih ketua sementara, tidak berjalan mulus. Dua pengurus teras, Sekretaris Hamzah Pangky dan Wakil Ketua Nirwan Arifuddin, memilih walk out (WO), karena menilai pemilihan tidak fair.
Nirwan merupakan salah satu kandidat Plt ketua bersama A Azikin. Pemilihan Plt ini untuk persiapan menghadapi Musda Golkar Bulukumba.
Wakil Sekretaris Golkar Bulukumba, Mardianto, kemarin, mengatakan, ada oknum pengurus Golkar Bulukumba dan DPD I Sulsel yang melakukan manuver politik terkait penetapan Plt itu.
"Ada oknum pengurus, baik di Bulukumba maupun DPD I Golkar Sulsel sengaja melakukan manuver, sehingga Plt yang disepakati dianulir oleh pengurus DPD I," kata Mardianto, Selasa (6/4).
Menurutnya, terpilihnya A Azikin yang dipilih 44 pengurus DPD II dan 58 pengurus ranting adalah sah. Juga sudah diakui oleh Ketua I DPD I Golkar Sulsel, M Roem.
"Pengurus Golkar DPD I melalui Pak Roem dan Sekretaris Pangerang Rahim telah menyetujui A Azikin sebagai ketua," kata Mardianto.
Ia menjelaskan, sesuai edaran DPP, pengurus tidak serta merta melakukan pergantian ketua jika yang bersangkutan mengalami halangan, misalnya tersangkut masalah hukum.
Surat edaran DPP No B5/X/2009 mengatur, jika ketua telah berhalangan, maka DPD I atas hasil kesepakatan rapat pleno DPD II menunjuk salah satu dari wakil ketua sebagai Plt.
Mardianto mengatakan, jika terjadi kondisi yang tidak harmonis karena aspirasi pengurus diabaikan dengan mamaksakan kehendak, maka partai politik ini tidak sehat lagi.
Ia meminta DPD I segera menengahi ketidakharmonisan ini.
"Kami sebagai pengurus meminta DPD I segera menengahi masalah antara Korwil Risman Pasigai, Sekretaris A Hamzah Pangky, Nirwan Arifuddin, Plt ketua A Azikin, dan pengurus lainnya agar tidak terjadi perpecahan," tambahnya. (cr5)
Rekomendasi Pengurus Kecamatan
TERKAIT masalah ini, Koordinator Wilayah (Korwil) Partai Golkar Sulsel untuk Bulukumba, Risman Pasigai, mengaku menerima rekomendasi dari empat pengurus kecamatan untuk menetapkan caretaker ketua yang diambil alih pengurus provinsi.
"Saya telah menerima rekomendasi untuk segera membentuk caretaker yang diambil dari pengurus provinsi dari Kecamatan Ujung Loe, Rilau Ale, Bulukumpa, Kindang," kata Risman, kemarin.
Menurutnya, pimpinan kecamatan mendesak agar caretaker diambil dari pengurus provinsi, bukan dari DPD II Bulukumba, demi keharmonisan partai. (cr5)



Read More......

AM Sukri: Saya Tidak di Demo

Selasa, 23 Maret 2010 | 01:19 WITA

Bulukumba, Tribun - Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali membantah adanya demo terhadap dirinya oleh warga Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, saat berkunjung ke desa tersebut untuk menghadiri maulid di Masjid Nurul Qushur Salassae, akhir pekan lalu (Tribun, 22/3).

Aksi yang dilaporkan Ketua Komite Pemuda Rakyat Salassae (KPRS) Bulukumba Wandi Puspo sama sekali tidak benar.
"Saya tidak didemo dan saat berada di sepanjang jalan Poros Desa Bulo-Bulo ke Salassae hingga tiba di masjid tidak ada satupun bentuk reaksi warga menolak kedatangan kami," kata Sukri melalui Kabag Humas Pemkab Bulukumba, Daud Kahal, Senin (22/3) kemarin.
Kepala Dinas Perhubungan Bulukumba Nasaruddin Gau juga membenarkan bahwa tidak ada unjuk rasa hari itu. Menurutnya, selama di perjalanan menuju Desa Salassae tidak ada bentuk raksi penolakan dari warga setempat.
"Saya tidak melihat ada demo disepanjang jalan itu saat kami bersam rombongan bupati," kata Nasaruddin.
Demo yang dilaporkan oleh Wandi Puspo itu menyatakan bahwa sejumlah warga membentangkan spanduk dan meneriakkan ketidakberhasilan Sukri membangun daerah tersebut.

Tidak Berdasar
Sementara itu, juru bicara AM Sukri Sappewali, Risman Pasigai, kepada Tribun mengatakan, demo yang disebut-sebut oleh warga Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Sabtu (20/3) lalu, ditunggangi kepentingan politik.
Risman mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh warga itu ditunggangi oleh salah satu kepentingan calon bupati lainnya.
" Berdasarkan hasil kajian dan investigasi demo yang dilakukan itu adalah bermuatan politis bukan murni perjuangan warga setempat," kata nya, Senin (22/3).
Dia menilai demo yang dilaporkan ke media itu diragukan pula, apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), " Kenapa bukan disampaikan ke dalam masjid bukan berteriak di pinggir jalan," katanya.(cr5)

Read More......

Arfandy Idris Disiapkan Jadi Plt Ketua Golkar Bulukumba

SABTU, 03 APRIL 2010 | 00:05 WITA | 3967 Hits


BULUKUMBA -- Pengurus DPD Golkar Sulsel akan segera mengangkat caretaker atau pekasana tugas Ketua DPD Golkar Bulukumba. Pengangkatan pelaksana tugas diharapkan bisa menyelesaikan kisruh yang terjadi di partai berlambang beringin tersebut.

Korwil Golkar Bulukumba, Risman Pasigai, Jumat, 2 April mengatakan, setelah dua kali dilakukan pertemuan antara dua kubu yang berseteru di Bulukumba, Golkar Sulsel dalam waktu dekat ini akan menunjuk caretaker ketua.

Dua kubu yang dimaksud Risman adalah antara kubu Hamzah Pangki, Nirwan Arifuddin dan kubu Andi Muttamar bersama Andi Azikin.

"Kemungkinan yang ditunjuk adalah korwil wilayah III. Bisa, Arfandy Idris atau Iskandar Zulkarnaen Latief. Bisa juga saya. Tergantung, siapa yang akan ditunjuk Ketua Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo," kata Risman, saat dihubungi wartawan melalui ponselnya kemarin.

Caretaker kata dia, belum ditunjuk lantaran Syahrul Yasin Limpo saat ini masih berada di Belanda untuk urusan dinas. Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu, digelar rapat pleno untuk memilih pelaksana tugas ketua, menggantikan Ketua DPD II Golkar Bulukumba, Andi Muttamar, yang kini berhalangan tetap lantaran ditahan di Lapas Kelas II A Bulukumba dalam kasus korupsi.

Sebelumnya, kubu Muttamar sudah menggelar rapat pleno yang dilakukan di kediamannya. Yang ditunjuk sebagai pelaksana ketua adalah Azikin. Namun, Golkar Sulsel, tidak mengakui keputusan tersebut. Menurut Risman, caretaker yang ditunjuk akan bertugas menjalankan roda partai. Termasuk mempersiapkan jadwal Musda.

Sementara, Ketua DPD II Golkar Bulukumba, Andi Muttamar Mattotorang yang ditemui di Lapas Klas IIA Bulukumba, menegaskan keputusan pleno yang dilaksanakan beberapa waktu lalu sah karena diikuti pengurus kabupaten.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua, Azikin yang terpilih pada pleno Golkar tersebut sah menurut aturan main partai. Selain itu, ada edaran dari DPP Golkar yang menyebutkan bahwa DPD II Kabupaten/ Kota harus melakukan pleno jika ketua berhalangan tetap.

Muttamar menyayangkan sikap DPD I Golkar yang ingin memaksakan mengambil alih Plt ketua Golkar Bulukumba. Dijelaskan, hal itu melanggar aturan main di partai berlambang pohon beringin ini.

"Surat edaran DPP disebutkan bahwa apabila ketua DPD II Golkar berhalangan tetap, maka DPD II melakukan pleno untuk menunjuk pelaksana tugas. Jadi, DPD I Golkar jangan memaksakan dong. Masa kita tidak hargai hasil pleno," ujar Muttamar di Lapas Klas II A Bulukumba, belum lama ini.

Siap Bertugas

Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Arfandy Idris mengaku siap menjadi pelaksana tugas Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba. Itu jika ditugaskan oleh DPD I seandainya pemilihan pelaksana tugas tetap deadlock.

Kepada Fajar, malam tadi, mantan anggota DPRD Sulsel itu mengatakan pelaksana tugas ketua DPD II Golkar Bulukumba adalah keharusan. Sebab dia bertugas menyiapkan pelaksanaan musda.
"Hingga saat ini, DPD I masih memberi kesempatan kepada Golkar Bulukumba untuk menentukan pelaksana tugas ketua. Kalau masih deadlock, baru diambilalih DPD I," jelasnya.

Sebelumnya, DPD II Partai Golkar Bulukumba sudah menggelar rapat pleno untuk menentukan pelaksana tugas ketua. Namun, terjadi polemik hingga rapat pleno itu berakhir deadlock.

Arfandy mengatakan sesuai jadwal, musda DPD II akan dituntaskan hingga April ini. Makanya, DPD I akan memberi kesempatan kepada Golkar Bulukumba paling lambat pekan kedua April untuk menentukan pelaksana tugas ketua. (syr-sap)

Read More......

PLENO PENENTUAN PLT KETUA GOLKAR RICUH

SABTU, 27 MARET 2010 | 21:51 WITA | 2195 Hits

BULUKUMBA -- Rapat pleno pengurus DPD Golkar Bulukumba yang mengagendakan pemilihan pejabat sementara Ketua Golkar Bulukumba Jumat, 26 Maret kemarin berakhir ricuh. Sebagian pengurus menolak keputusan rapat pleno Februari lalu yang menujuk Asyikin sebagai pejabat sementara.

Wakil Ketua Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin mengaku tidak sepakat dengan adanya pleno Pjs Ketua Golkar. Nirwan mempertahankan posisi Andi Muttamar Mattotorang sebagai Ketua Golkar Bulukumba hingga Musda mendatang. Wakil Ketua DPD Golkar lainnya, Asyikin menginginkan adanya pemilihan pjs. Nah, saat itulah forum ribut memperdebatkan dilakukan pemilihan atau tidak.

Nirwan bertahan dengan pendapatnya untuk tidak dilakukan pemilihan Pjs ketua. Alasannya, jika ada Pjs yang ditunjuk maka Muttamar harus non-aktif. Sementara Asyikin menegaskan, perlunya ditunjuk Pjs karena ketua Golkar sedang tersangkut kasus hukum.

Nirwan terlihat emosi dan beberapa kali memukul meja saat Asyikin memaksakan pemilihan. Salah seorang peserta rapat yang juga Ketua Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPD II Golkar Bulukumba, Andi Yahya beberapa kali mengacungkan tangan, namun tidak digubris pimpinan rapat. Selain Asyikin dan Nirwan, pimpinan lainnya yang memimpin jalannya pleno ini, yakni Andi Hamzah Pangki.

Ketegangan dalam forum yang diikuti mayoritas pengurus DPD II Golkar Bulukumba ini makin tidak terhindarkan. Peserta rapat juga mulai terpancing. Untung tidak terjadi bentrok fisik antar sesama pengurus Golkar.

Koordinator Wilayah Golkar Bulukumba, Muhammad Risman Pasigai yang turut hadir dalam pleno ini kemudian menengahi ketegangan dan berinisiatif melakukan lobi antar dua pimpinan yang silang pendapat. Pasigai mengaku memilki SK dari DPD I Golkar Sulsel yang menunjuk dirinya sebagai koordinator wilayah Bulukumba menjelang Musda Golkar yang diagendakan April mendatang.

Risman meminta skorsing waktu sepuluh menit untuk melakukan pertemuan tertutup. Adapun yang ikut dalam pertemuan tersebut yakni Asyikin, Nirwan, Andi Hamzah Pangki, Pasigai, serta Wakil Sekretaris Golkar Bulukumba, Mardianto. Sayangnya, lobi ini tidak menghasilkan keputusan apa-apa.

Meski demikian, Asyikin keluar dari ruang lobi, mengambil alih forum dan mengetuk palu. Dia menegaskan kembali hasil pleno sebelumnya yang menunjuk dirinya sebagai Pjs ketua DPD II Golkar Bulukumba. Mayoritas peserta forum setuju dengan penunjukan Asyikin ini.

Sampai akhir pleno, dua pimpinan Golkar Bulukumba, Asyikin dan Nirwan masih silang pendapat. Bahkan, saat pleno ini dilanjutkan Hamzah Pangki dan Nirwan Arifuddin memilih tidak ikut. Keduanya mengaku tidak terima keputusan itu. "Kita serahkan kepada DPD I Golkar untuk mengambil keputusan karena Pak Andi Muttamar intervensi," kata Nirwan yang diiyakan Hamzah Pangki. (syr)

Read More......

PEMILIHAN PLT KETUA GOLKAR BULUKUMBA RICUH


Saturday, 27 March 2010
BULUKUMBA(SI) – Rapat Pleno Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Partai Golkar Bulukumba yang digelar di Sekretariat DPD II Partai Golkar, berakhir ricuh.

Akibatnya, rapat yang dilak-sanakan pada Jumat (26/3) tersebut gagal mendapatkan figur menggantikan Andi Muttamar Mattottorang sebagai Plt Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba. Pengurus DPD II Partai Golkar Bulukumba yang ikut dalam pleno tersebut pecah menjadi dua kubu, yakni kubu Nirwan Arifuddin dan kubu Asikin.

Keduanya merupakan Wakil Ketua DPD II Partai Golkar yang dicalonkan dalam rapat pleno ini. Kericuhan ini bermula ketika kubu Nirwan menginginkan dalam memilih plt ketua tidak dilakukan voting,tapi sebaliknya kubu Asikin menginginkan voting.Tak ada kata sepakat, Koordinator Wilayah (Korwil) Golkar Sulsel Muh Risman Pasigai yang hadir dalam rapat pleno tersebut menawarkan pengurus melakukan lobi (pembicaraan secara tertutup) yang diikuti para pengurus inti partai.

Usulan tersebut diterima peserta rapat. Lobi kemudian dilakukan para pengurus, yakni Wakil Ketua Nirwan, Asikin, Sekretaris DPD II Partai Golkar Bulukumba Hamzah Pangki, Mardianto, didampingi Muh Risman Pasigai. Namun, dalam pertemuan tertutup itu batal digelar. Tiba-tiba Muh Risman Pasigai mendapat telepon dari Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba Andi Muttamar Mattottorang yang sedang dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Taccorong.

Telepon itu membuat Nirwan dan beberapa mengurus lainnya tersinggung dan membatalkan pertemuan itu.“Kami tidak terima ada intervensi Andi Muttamar,” tandas Nirwan yang juga dibenarkan Hamzah Pangki. Alhasil keduanya tidak lagi mengikuti sidang pleno. Nirwan juga mengatakan, batalnya pleno tersebut diserahkan sepenuhnya ke pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel untuk menentukan siapa yang akan menjadi Plt Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba.

Rupanya Asikin memanfaatkan kesempatan itu dan langsung menemui para peserta dan meminta peserta voting. Saat itu Asikin mengetuk palu bahwa dia terpilih secara aklamasi melalui voting terbuka di hadapan peserta. Muh Risman Pasigai, mengatakan akan melaporkan semua yang terjadi dalam pleno tersebut kepada Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo. “Saya sebagai korwil menyerahkan sepenuhnya ke pengurus provinsi. Minggu depan akan ditentukan,”ujarnya. (baharuddin)

Read More......

Golkar Bulukumba Bantah Tidak Solid Terkait Dukungan di Pilkada Bulukumba 2010

Senin, 29 Maret 2010 | 04:33 WITA

Bulukumba, Tribun - Pengurus partai Golkar Kabupaten Bulukumba membantah kader partai tidak solid kepada calon bupati yang diusung oleh partai berlambang pohon beringin ini di Pilkada Bulukumba 2010 ini.
Sekretaris Golkar Bulukumba A Hamzah Pangky dan Kordinator Wilayah (Korwil) Risman Pasigai membantah ada pengurus golkar yang ikut mendukung pasangan calon bupati lainnya selain yang diusung partainya.
Ditegaskan, hingga saat ini seluruh kader dan pengurus harian di partai tetap solid dan mendukung calon Bupati Bulukumba (incumbent) AM Sukri Sappewali dan Abd Rasyid Sarehong di pilkada mendatang.
"Pengurus Golkar sampai hari ini tetap solid dan siap memenangkan pasangan incumbent," kata Risman Pasigai yang juga pengurus Golkar Sulsel di Bulukumba, akhir pekan lalu.
Menurutnya, tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan oleh para pengurus partai. Semua harus tunduk pada putusan partai dan memberikan dukungan kepada pasangan AM Sukri Sappewali-Abd Rasyid Sarehong.
Hal tersebut dikemukakan Risman dan Hamzah menanggapi rumor retaknya pengurus Partai Golkar dalam memberikan dukungan pilkada di Butta Panrita Lopi ini. Dikabarkan, sejumlah pengurus partai yang meraih empat kursi di parlemen ini memilih mendukung calon lain.
Sumber lain menyebutkan bahwa sejumlah pengurus Golkar ikut menyukseskan pendaftaran pasangan calon yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), A Syafruddin Amjar dan A Yusni Mappanyulle, di KPU, beberapa waktu lalu.
Selain itu, beredar rumor pula bahwa nama partai bisa digunakan oleh pasangan yang diusung namun pengurus tetap tidak menyukseskan calon usungan tersebut.(cr5)

Ancam Sanksi Keras Kader Membelot
KOORDINATOR Wilayah Bulukumba Golkar Sulsel Risman Pasigai mengancam partai akan memberikan sanksi keras kepada kader yang terbukti menyukseskan dan mensosialisasikan calon lain di Pilkada Bulukumba.
"Bila ada pengurus yang mendukung pasangan lain maka jelas aturannya di dalam partai yakni sanksi keras dan bisa sampai pemecatan jika terbukti tidak solid mendukung pasangan yang diusung resmi partai," tegas Risman.
Disampaikan pula oleh Risman bahwa penegasan itu sekaligus pula menjawab rumor yang tengah mengemuka di Bulukumba saat ini.(cr5)

Read More......

CABUT BULUKUMBA GERILYA DUKUNGAN

SENIN, 29 MARET 2010 | 20:54 WITA

BULUKUMBA -- Para kandidat bupati dan wakil bupati Bulukumba terus menggalang dukungan jelang pilkada. Selain silaturahmi, mereka juga mulai memperkuat tim pemenangan atau tim relawan. Pasangan Sukri Sappewali-Rasyid Sarehong (Aspirasi) misalnya memperkuat strategi pemenangan dengan menggarap pemilih desa. Pihaknya juga menargetkan dapat meraup 400 suara sah di setiap desa.

Juru Bicara Tim Aspirasi, Muhammad Risman Pasigai mengakui, pihaknya telah bergerak sampai di tingkat desa untuk memenangkan Pilkada Bulukumba ini. Pembentukan tim ini di tingkat desa ini diharapkan bisa meraup suara sebanyak-banyaknya.

"Kita menargetkan satu putaran dengan perolehan suara di atas 30 persen. Kita optimis dapat meraih hasil itu," kata Risman. Pihaknya juga sedang melakukan survei di tingkat desa dan memetakan kantong-kantong suara.

Terpisah Master Campaign (MC), pasangan H Muhammad Arif-Abdul Hafid Makking, Mulyadi Mursali mengatakan pihaknya sudah melalukan pemantapan tim pemenangan. Bahkan, saat ini tim pemenangan sudah rampung 80 persen.

Ada tiga tim yang dipersiapkan, masing-masing, tim kerabat yang merupakan akronim dari keluarga dan sahabat; tim relawan; serta Karoba atau kelompok gerobak. "Karoba ini adalah masyarakat di Binta Rore yang juga butuh perhatian.

Mereka adalah pengangkut pasir, dan batu merah," kata Mulyadi. Selain itu, partai pengusung juga sedang bekerja dan mempermantap kemenangan pasangan ini. "Kita target satu putaran saja," kata Mulyadi. (syr)

Read More......

Golkar Sulsel Ambilalih DPD II Golkar Bulukumba

Sabtu, 3 April 2010 | 04:29 WITA Tribun Timur

BULUKUMBA, TRIBUN - Kordinator Wilayah (Korwil) Partai Golkar Sulsel untuk Kabupaten Bulukumba segera menetapkan pelaksana tugas ketua (carateker) untuk menjaga kevakuman organisasi setelah ketunya dipenjara.
Korwil Partai Golkar Sulssel, Risman Pasigai, mengatakan Jumat (2/4), dalam waktu dekat akan menetapkan caretaker untuk mengisi kekosongan jabatan ketua yang sedang kosong.
"Dalam waktu dekat ini kami akan membentuk carateker untuk mengisi jabatan ketua yang sedang lowong," kata Risman Pasigai.
Jabatan yang lowong itu karena Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba AM Muttamar tersangkut masalah hukum dan dinyatakan bersalah berdasarkan keputusan hukum, dipenjara.
Tugas caretaker ini untuk mengendalikan roda organisasi sampai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar yang rencananya dilaksanakan akhir April.
Disebutkan, pekan lalu telah diadakan pemilihan ketua untuk menjabat hingga terpilihnya ketua definitif. Namun pada acara pemilihan itu tidak mencapai kesepakatan terhadap calon yang diajukan yakni A Azikin dan Nirwan Arifuddin.
Jika tidak ada caretaker, jelas Risman, dikhawatirkan roda organisasi tidak bisa berjalan apalagi di daerah ini sedang terjadi proses politik, pemilihan bupati.(cr5)

Azikin: Korwil Bukan Penentu
Wakil Ketua Partai II Golkar Bulukumba, Azikin, menegaskan bahwa korwil bukan penentu untuk membentuk carateker. Yang memiliki kewenangan untuk menentukan caretaker, katanya, harus dari Ketua DPD I Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
"Penentu caretaker bukan korwil tetapi Ketua DPD I, Pak Syarul dan Sekretaris Pangeran Rahim. Hanya dua orang ini yang bisa menentukan caretaker," kata Azikin dikonfirmasih terpisah.
Ditegaskan bahwa, tugas korwil hanya sebagai pengawas untuk mengawasi proses pengesahan Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba.
Pekan lalu Azikin telah terpilih sebagai ketua sementara hingga pelaksanaan musda digelar. Dia didukung oleh 42 pengurus ranting dari 58 orang pengurus harian.
Namun, calon yang lain Nirwan Arifuddin tidak menyetujui proses pemilihan itu sehingga dia bersama Sekretaris Golkar Bulukumba A Hamzah Pangky, memilih walk out.
Korwil DPD I Partai Golkar Sulsel menganggap, proses pemilihan ketua sementara itu tidak sah dan harus kekosongan jabatan ketua diambil alih Pengurus DPD I Sulsel.(cr5)

Read More......