ENAM CABUP GOLKAR BELUM AMAN


Monday, 05 April 2010
MAKASSAR(SI) – Target Partai Golkar menyapu bersih kemenangan Pilkada di sepuluh kabupaten,23 Juni 2010 mendatang,terancam tidak bisa terpenuhi.

Sebab,dari sepuluh pasangan yang telah ditetapkan, enam di antaranya berada di posisi tak aman. Berdasarkan hasil riset Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang digelar di hampir semua kabupaten yang menggelar pilkada, enam pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup- cawabup) usungan Partai Golkar, memiliki tingkat elektabilitas selisih tipis dengan kandidat lain.

Enam pasangan tersebut,yakni Syahriwijaya-Andi Burhanuddin di Kabupaten Maros, Syamsuddin A Hamid-Rahman Assegaf di Pangkep, Andi Sukri Sappewali-Rasyid Saherong di Bulukumba,Arsyad Kasmar- Gempur Warseso di Luwu Utara, Andi Kaswadi Razak-Rizal Mappatunru di Soppeng,dan Theofilus Allolerung- Adelheid Sosang di Kabupaten Tana Toraja(Tator).

“Darienam pasangan ini, Maros paling mengkhawatirkan. Sebab, selisih elektabilitasnya sangat tertinggal jauh dengan calon lainnya. Dan ini yang paling rawan sekali dikalahkan,” papar Manajer Divisi Strategi PemenanganIndonesia Timur,Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya kepada Seputar Indonesia,kemarin. Khusus lima pasangan lainnya, meski berada di posisi tidak aman, peluangnya tetap terbuka me-menangkan pertarungan.

Alasannya, selisih elektabilitasnya masih bersaing dengan kandidat usungan parpol lain. Karena itu, bila waktu yang tersisa mampu dimanfaatkan untuk meyakinkan warga,bukan tidak mungkin menjadi pemenang. “Misalnya usungan Golkar di Bulukumba, elektabilitasnya masih unggul,tetapi untuk ukuran incumbent itu belum aman. Begitu pun di empat daerah lain,persaingannya masih ketat, termasuk di Soppeng,”tambah Irfan tanpa bersedia merinci perolehan hasil survei masing-masing kandidat.

Lantas bagaimana peluang empat pasangan lainnya? Irfan mengungkapkan, berada di posisi aman.Masing-masing Ichsan Yasin Limpo di Kabupaten Gowa, Andi Hatta Marakarma di Luwu Timur, Syahrir Wahab di Selayar,dan Andi Idris Syukur di Pilkada Barru. Namun, nama terakhir, lanjut Irfan,tidak sekuat dengan tiga kandidat lainnya.Kendati demikian, peluangnya tetap dimasukkan di posisi aman. Sebab, elektabilitas terakhirnya sudah selisih di atas 10%. apalagi, Idris yang tak lain Kepala Dinas Kehutanan Sulsel,tidak menantang incumbent.

Risman Pasigai, juru bicara incumbent Bulukumba AndiSukriSappewali, menanggapi dingin hasil riset JSI itu.Dia beralasan,hasil penggalangan dukungan dan gerakan tim pemenangan,serta sukarelawan yang berbasis desa, makin meyakinkan Andi Sukri Sappewali mampu memenangkan pilkada dalam satu putaran.

“Kami sudah punya hitung-hitungan tersendiri di setiap desa.Dan persentasenya itu berada di angka 40%, atau bisa memenangkan pilkada satu putaran. Kami sangat optimistis berada di posisi itu,bila melihat tren dukungan warga selama ini,”terang Risman,yang juga Pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel,secara terpisah.

Selain itu, pihaknya terus gencar menggalang dukungan warga, baik lewat jaringan partai politik pengusung dan pendukung,tim kerabat, maupun sukarelawan-sukarelawan yang sudah terbentuk di 125 desa/kelurahan. Ditambah, tokoh- tokoh berpengaruh yang sudah memberikan dukungan secara terang-terangan. (arif saleh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar